Minggu, 20 Oktober 2013

avocadosweetshop.com Toko Gamis Online Jual Gamis Grosir Murah Reseller Dress Gamis

Disini admin akan mereferensikan salah satu toko yang menjual gamis tapi dengan online dengan harga yang murah dan oke punya. Ini dia ni, yakni,  avocadosweetshop.com avocadosweetshop.com adalah Toko Gamis Online Kualitas Oke yang keren, lucu, unik dan yang pasti dijamin murah. Pokoknya cocok banget buat kamu-kamu yang mau tampil modis, keren, up to date. avocadosweetshop.com  Toko Gamis Online Jual Gamis Grosir Murah Reseller Dress Gamis adalah tempat dimana anda ingin membeli gamis murah yang berkualitas cantik modis terbaru . dan kita tidak hanya bisa membeli saja akan tetapi kita juga bisa membeli dengan harga grosir dengan harga terjangkau. Berikut tatacara pembelian di Toko Gamis online avocadosweetshop.com 

CARA PEMBELIAN UNTUK
CUSTOMER / PEMBELI LANGSUNG

Gamis Murmer Online Shopping adalah toko gamis online kualitas oke harga murah meriah yang menjaga keunikan dari gamis yang dijual, yaitu gamis dengan warna cerah , kalem , model ceria yang cocok digunakan dalam formal dan nonformal. 

A. PEMBELIAN ECER / SATUAN
CARA ORDER:
  1. Lihat dulu koleksi baju-baju lucu di website avocadosweetshop.com  
  2. Jika sudah cocok, silakan melakukan order (pemesanan) melalui SMS ke nomor 0838 9845 1068 (BY  SMS  ONLY) dengan format : NAMA, ALAMAT LENGKAP, KODE GAMIS
  3. Secepatnya akan diberi konfirmasi tentang ada tidaknya barang beserta jumlah total barang dan ongkos kirim serta norek bank BNI/BRI 
  4. Transfer melalui bank  BNI atau BRI. 
  5. DIINFOKAN : Batas transfer selama SATU  hari . Jika melebihi 1 hari maka dianggap order batal dilakukan.
  6. Setelah transfer berhasil, konfirmasikan jumlah transfer dan nama pentransfer (sesuai dengan nama yang didaftarkan di bank).
  7. Pengiriman melalui JNE, TIKI, atau POS INDONESIA. Setelah beberapa hari masa kerja, kurir JNE/TIKI/POS INDONESIA akan mengantarkan barang pesanan ke rumah anda.
INFO PENTING BAGI KITA:
  1. Status BOOKED diberikan kepada kita yang pertama kali order.
  2. Orderan batal jika melebihi batas transfer yang ditetapkan (lebih dari 2 hari) atau pembatalan dari pihak yang bersangkutan.
  3. Jika barang yang telah diorder oleh pengorder pertama telah dibatalkan maka barang dapat diorder lagi.
  4. HARGA belum termasuk ONGKOS KIRIM
  5. Barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan
  6. Harga barang PAS/NETT   


Untuk lebih jelasnya silahkan  mampir saja ke websitenya avocadosweetshop.com sebagai toko gamis online murah,.

Sekian apa yang bisa admin informasikan ke sahabat mengenai avocadosweetshop.com Toko Gamis Online Jual Gamis Grosir Murah Reseller Dress Gamis semoga bermanfaat dan terimakasih.

Rabu, 09 Oktober 2013

top 4 cara merawat pakaian


1. Bagaimana Menghilangkan Luntur di Pakaian:
Jika pakaian Anda kelunturan akibat rendaman warna pakaian yang lain,anda tidak perlu khawatir. Rendamlah pakaian tersebut selama sekitar 30 mnt dlm larutan asam cuka yang telah dicampur dgn deterjen. Dengan cara itu,pakaian anda yang kelunturan akan bersih kembali.

2. Bagaimana Menghilangkan Noda Minyak pada Pakaian
Noda minyak pada pakaian terkadang sulit dihilangkan. Jika anda mengalami hal tersebut,anda dpt melakukan tips berikut ini. Taburkan bedak pada pakaian yang terkena noda, kucek-kucek seperti mengucek pakaian saat mencuci, setelah itu cuci seperti biasa menggunakan sabun.anda akan terkejut ketika melihat nodanya sudah tidak ada lagi.

3. Bagaimana Agar Baju Tetap Cemerlang
Kita semua tahu bahwa baju atau kemeja yang berwarna putih, lama kelamaan akan menjadi kekuning-kuningan.Untuk mengatasinya, kita dapat melakukan hal sbb : sediakan ember dgn air secukupnya,masukkan deterjen kira2x 1 sendok,lalu aduk rata. Setelah itu,tuangkan pembersih porselen cair kira2x 1/3 gelas & rendamlah baju atau kemeja beberapa menit,lalu bilaslah sampai bersih.Baju atau kemeja putih kita telah berubah kembali dan menjadi cemerlang.

4. Bagaimana Mencuci Gorden dan Ambal.
Apakah Anda mau mencuci bersih gorden Anda? Ada tip jitu berikut ini : rendam satu gorden dalam ember berisi air dengan ditaburi tiga sendok makan cuka.kemudian cuci dan bilas gorden tsb dengan air bersih.Sedangkan untuk mencuci ambal agar bersih dan tidak amis, tambahkan garam dan cuka makan pada ember untuk mencuci ambal. Hal ini juga berlaku untuk air bilasan, ditambahkan cuka makan, kemudan jemur di terik matahari.

Sumber : Tabloid Nova

Rabu, 30 Juni 2010

Ummu Hani’ bintu Abi Thalib Al-Hasyimiyyah radhiallahu ‘anha




Penulis : Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah Bintu ‘Imran


Dia begitu mengerti tentang agungnya hak seorang suami. Dia pun mengerti tentang hak anak-anak yang ditinggalkan suaminya dalam asuhannya. Dia tak ingin menyia-nyiakan satu pun dari keduanya, hingga dia dapatkan pujian yang begitu mulia, “Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy, sangat penyayang terhadap anak-anaknya.”

Dia bernama Fakhitah, seorang wanita dari kalangan bangsawan Quraisy. Putri paman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib Abdu Manaf bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay. Ibunya bernama Fathimah bintu Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Dia saudari sekandung ‘Ali, ‘Aqil dan Ja’far, putra-putra Abu Thalib.

Semasa jahiliyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminangnya. Pada saat bersamaan, seorang pemuda bernama Hubairah bin Abi Wahb Al-Makhzumi pun meminangnya pula. Abu Thalib menjatuhkan pilihannya pada Hubairah hingga akhirnya Abu Thalib menikahkan Hubairah dengan putrinya. Dari pernikahan ini, lahirlah putra-putra Hubairah, di antaranya Ja’dah bin Hubairah yang kelak di kemudian hari diangkat ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu -ketika menjabat sebagai khalifah- sebagai gubernur di negeri Khurasan. Putra-putra yang lainnya adalah `Amr –yang dulunya Ummu Hani` berkunyah dengannya, namun putranya ini meninggal ketika masih kecil– serta Hani` dan Yusuf.

Namun pada akhirnya, Islam memisahkan mereka berdua. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan negeri Makkah bagi Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan manusia berbondong-bondong masuk Islam, Ummu Hani` radhiallahu ‘anha pun berislam bersama yang lainnya. Mendengar berita keislaman Ummu Hani`, Hubairah pun melarikan diri ke Najran.

Pada hari pembukaan negeri Makkah itu, ada dua kerabat suami Ummu Hani` dari Bani Makhzum, Al-Harits bin Hisyam dan Zuhair bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah, datang kepada Ummu Hani` untuk meminta perlindungan. Waktu itu datang pula ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu menemui Ummu Hani` sambil mengatakan, “Demi Allah, aku akan membunuh dua orang tadi!” Ummu Hani` pun menutup pintu rumahnya dan bergegas menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Saat itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah mandi, ditutup oleh putri beliau, Fathimah radhiallahu ‘anha dengan kain. Ummu Hani` pun mengucapkan salam, hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapa itu?” “Saya Ummu Hani`, putri Abu Thalib,” jawab Ummu Hani`. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyambutnya, “Marhaban, wahai Ummu Hani`!”

Lalu Ummu Hani` mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kedatangan dua kerabat suaminya untuk meminta perlindungan kepadanya sementara ‘Ali berkeinginan membunuh mereka. Maka beliau pun menjawab, “Aku melindungi orang yang ada dalam perlindunganmu dan memberi jaminan keamanan pada orang yang ada dalam jaminan keamananmu.” Usai mandi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat delapan rakaat. Waktu itu adalah waktu dhuha.

Setelah Ummu Hani` berpisah dari suaminya karena keimanan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk meminang Ummu Hani`. Namun dengan halus Ummu Hani` menolak, “Sesungguhnya aku ini seorang ibu dari anak-anak yang membutuhkan perhatian yang menyita banyak waktu. Sementara aku mengetahui betapa besar hak suami. Aku khawatir tidak akan mampu untuk menunaikan hak-hak suami.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengurungkan niatnya. Beliau mengatakan, “Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy, sangat penyayang terhadap anak-anaknya.”

Ummu Hani` radhiallahu ‘anha meriwayatkan hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hingga saat ini termaktub dalam Al-Kutubus Sittah. Dia pun menyebarkan ilmu yang telah dia dulang hingga saat akhir kehidupannya, jauh setelah masa khilafah saudaranya, ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, pada tahun ke-50 H. Ummu Hani` Al-Hasyimiyyah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhainya….
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

Sumber Bacaan:
* Al-Bidayah wan Nihayah, Al-Imam Ibnu Katsir (4/292-293)
* Al-Ishabah, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani (7/317)
* Al-Isti’ab, Al-Imam Ibnu Abdil Barr (4/1963-1964)
* Ath-Thabaqatul Kubra, Al-Imam Ibnu Sa’d (8/47)
* Siyar A’lamin Nubala`, Al-Imam Adz-Dzahabi (2/311-314)
* Tahdzibul Kamal, Al-Mizzi (35/389-390)

Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=346

Sabtu, 19 Juni 2010

Khadijah Binti Khuwailid (Istri Rasulullah di permulaan Islam)


Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum
lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua
wanita itu berdiri di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan bekerja
keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : Khadijah bin Khuwa-
ilid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi
wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia
adalah Ummul Mu'minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi
mereka yang mengikuti teladannya.

Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW
sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung
di Gua Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya
ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah
sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga.
Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya
sarat dengan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika
orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan
dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku
apa-apa."

Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada-
hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu-
wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik
dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men-
jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.

Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya,
dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga.
Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se-
baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is-
tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi-
dupnya.
Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai,
Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi
kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan
salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang
sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya
dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi
SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]

Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia,
hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?

Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung
dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada
Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama
Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia
habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang
suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan
tertinggi bagi para wanita.

Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW
sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama
kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat-
ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian
dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak
menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu
dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika
Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian,
tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.

Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat
meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan
takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah
berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah
mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah,
kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya
kepada Khadijah r.a.

Khadijah r.a. berkata :"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera
pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau
menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe-
neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi
urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menye-
dihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau peng-
hindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan
kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendak-
nya wanita ideal.

Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam
kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul
SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhan-
nya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyam-
paikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab :"Allah
yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahte-
raan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."

Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun
di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta
khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat
pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung
da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah
yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama
seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong-
nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya,
ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong-
nya dengan jiwa dan hartanya.

Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-
orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan
dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-
apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari
selain dia." [HR. Imam Ahmad dalam "Musnad"-nya, 6/118]

Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia
berkata :"Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :"Wahai, Rasulullah,
ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau
minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-
nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari
mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan." [Shahih
Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539]

Orator Para Perempuan


Asma’ binti Yazid Ibnussakan Al Anshariyah

Khathibatun-Nisaa

Orator Ulung Perempuan

Siapakah ‘Asma ?

Ia adalah anak paman (sepupu) Mu’adz bin Jabal yang kerap dipanggil “ Ummu Salamah “ al-Anshariyah.

Perkataan mulia.

Suatu ketika ia mendatangi Rasulullah SAW, yang saat itu sedang bersama para sahabat. Ia berkata,” Wahai Rasulullah, saya adalah utusan para perempuan untuk menghadapmu. Sesungguhnya Allah SWT telah mengutusmu kepada laki-laki dan perempuan seluruhnya,maka kamipun beriman kepadamu dan Rabb-mu. Akan tetapi kami para perempuan terkungkung dan terbatas.Menjaga rumah kalian, memenuhi hajat kalian dan mengandung anak kalian. Sementara kalian, wahai laki-laki, mendapat keutamaan daripada kami para perempuan, dalam hal sholat Jum’at dan perkumpulan-perkumpulan. Menjenguk orang yang sedang sakit, menyaksikan jenazah, haji berulang-ulang dan yang lebih dari itu semua, berjuang dijalan Alloh SWT. Apabila seseorang dari kalian keluar untuk melaksanakan haji atau berjihad, maka kamilah para perempuan yang akan menjaga harta kalian, mempersiapkan pakaian kalian, serta mendidik anak kalian. Apakah kami tidak bisa juga mendapatkan pahala seperti yang kalian dapatkan ?”

Subhanallah … lugasnya, kalimah-kalimah yang meluncur dari lisan ‘Asma bin Yazid. Marahkah Rasulullah SAW dengan pernyataan dan pertanyaan-pertanyaan tersebut ?

Rasulullah SAW menoleh kepada para sahabatnya lalu berkata,” Apakah kalian pernah mendengar perkataan seorang perempuan yang mempersoalkan din-nya yang lebih baik dari ini ?”.

Mereka menjawab,” Wahai Rasulullah kami tidak mengira bahwa ada seorang perempuan yang mampu berbicara tentang hal-hal demikian itu!”.

Rasulullah SAW menoleh kepada perempuan itu dan berkata,” Pahamilah dan kabarkanlah kepada para perempuan dibelakangmu bahwa seorang perempuan jika menjadi isteri yang baik bagi suaminya ( mengerjakan kewajiban-kewajiban sebagai isteri), selalu meminta ridhanya dan mengikuti apa yang diinginkan suaminya , maka ia telah mengimbangi semua pahala ( yang anda sebutkan tadi)”

‘Asma bin Yazid pun pergi sambil bertahlil.

Saudaraku ... Subhanallah ... perhatikan kecerdasan dan kelugasannya dalam berbicara. Semua dilandasi keimanan yang kokoh. Bukan berlandaskan ego semata. Semoga kita bersabar dalam tho'at.

( Sumber : Perempuan-perempuan mulia di sekitar Rasulullah SAW )

Afra' binti Ubaid bin Tsa'labah dan Ummu Suraqah


Afra' binti Ubaid bin Tsa'labah

Muslimah yang satu ini memiliki kesabaran yang khusus. Kesabaran yang sangat sedikit dimiliki oleh muslimah lainnya. Ia dikarunia ALLOH SWT beberapa putra. Namun ia tidak akan senang sebelum seluruh putranya berjihad. Subhanallah…

Disebutkan didalam Al-Ishabah, (8/26) dia adalah Afra’ binti Ubaid bin Tsa’labah. Ibnu Kalbi berkata,” Ketika Mu’adz dan Ma’udz terbunuh, ibunya datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya,” Wahai Rasulullah saw apakah ini yang terakhir dari bani Auf bin Al-Harits ?” Rasulullah SAW menjawab,” Tidak, Afra’ adalah muslimah yang memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh muslimah lain. Dia dinikahi Al-Bakr bin Yalail Al-Laitsi setelah suaminya yang pertama Al-Harits. Dia dikaruniai empat putra yaitu Iyas, Aqil, Khalid dan Amir. Semua ikut dalam perang Badar. Demikian juga kerabat-kerabatnya dari jalur ibu, Bani Al-Harits “. Dapat disimpulkan bahwa dia adalah muslimah yang memiliki tujuh anak dan kesemuanya ikut terjun dikancah Perang Badar.

Wahai ummi, berapa orang putrakah yang Alloh SWT titipkan pada kita ? Satu, dua, tiga atau bahkan lebih ? Tidakkah kita ingin bersyukur atas ni’mat itu ? Sudahkah kita mempersiapkan mereka untuk menjadi mujahid penegak syari’ah. Yang siap berjihad meninggikan kalimahNya ?

Ya Alloh, masukkanlah kami dalam rombongan Kafilah Syuhada –Mu . Aamiin .



Ummu Suraqah

Ummu Suraqah, adalah salah seorang muslimah masa kini yang telah menginfaqkan putranya untuk berjihad di bumi jihad Afghanistan.

Alhamdulillah, putranya meraih syahid.

Tinggallah para mujahidin, berfikir keras bagaimana cara menyampaikan berita duka ini kepada sang ibu. Yang dikhawatirkan akan merasa terpukul karenanya.

Akhirnya, diputuskan bahwa Asy Syahid Syaikh Abdullah Azam sendiri yang akan mengabarkan kematian Suraqah.

Dengan pertimbangan, semoga musibah yang akan disampaikannya akan terasa ringan.

Reaksi Ummu Suraqah.

Asy Syahid Syaikh Abdullah Azam kemudian meneguhkan hati sang ibu seraya memberikan kabar gembira atas kesyahidan putranya. Tak lupa beliaupun menyampaikan tausiah untuk bersabar. Namun apa jawaban sang ibu, ia menjawab dengan jawaban yang pernah diucapkan oleh oleh muslimah generasi salaf. Dia berkata," Alhamdulillah, Suraqah telah terbunuh dan saya akan mengirimkan lagi saudaranya untuk menggantikan posisinya".

Seorang sahabat pernah berkata kepadaku,” Alloh SWT titipkan satu anak laki-laki padamu, karenanya jangan sia-siakan yang satu itu . Atau engkau akan menyesal selamanya. Tidakkah engkau ingin berkumpul kembali dengan keluargamua di jannah nanti ?”.

Subhanallah … tausiah seorang sahabat yang sangat membekas dalam sanubariku.

Ya ummi ... mari berkumpul kembali dengan keluarga kita dijannah .

( Sumber : Muslimah Berjihad, karya Yusuf Al-‘Uyairi. )

Hindun Binti Amru Bin Haram


Profil Hindun Binti Amru Bin Haram ( Isteri Amru Ibnul Jamuh )

Hindun binti Amru adalah sosok muslimah yang hatinya dipenuhi kecintaan kepada Islam. Kecintaannya kepada ad dinul haq,Islam, menjadikannya muslimah yang gigih mengobarkan semangat jihad bagi para rijal. Untuk memperjuangkan, mempertahankan, membela tegaknya kalimah Alloh SWT. Tak terkecuali kepada suami, anak dan keluarganya.

Siapakah Hindun binti Amru ?

Beliau adalah isteri Amru ibnul Jamuh, salah seorang pemuka Bani Salamah yang terhormat. Namun memiliki cacat yaitu pincang. Walaupun demikian, dengan keadaan fisik yang tidak normal tersebut, Amru ibnul Jamuh berhasil meraih syahid. Ia tidak mau tertinggal dalam jihad melawan musuh-musuh Islam.Walaupun sesungguhnya tidak ada kewajiban atasnya untuk itu. Demikian juga putranya Khallad dan Abdullah ( saudaranya) merekapun syahid.

Hindun binti Amru kehilangan tiga orang yang dicintainya dalam satu waktu. Namun itu tidak menjadikannya lemah, atau hanyut dalam kesedihan.

Membawa Jenazah ke Madinah.

Ketika Hindun akan membawa jenazah ketiga orang yang dicintainya ke Madinah untuk dimakamkan disana, Ummul Mu’minin Aisyah melihatnya dan berkata padanya,” Kamu memiliki kebaikan , lalu apa kamu tinggalkan dibelakangmu ?”

Hindun menjawab,” Rasulullah SAW adalah orang sholeh, dan setiap musibah setelah beliau adalah kecil. Dan Alloh SWT mengambil dari orang-orang mu’min untuk menjadi syuhada !!”.

“Siapa mereka ?” Tanya Aisyah ra.

“Saudaraku, putraku Khallad dan suamiku Amru ibnul Jamuh”.

“ Kemana engkau akan pergi dengan jenazah mereka ?,” lanjut Aisyah.

“ Saya hendak mengubur mereka di Madinah,” jawab Hindun.

Subhanallah … akhwati … mari kita hayati ketegaran dan kesabarannya. Amat sedikit muslimah yang mampu melakukannya. Kehilangan tiga orang yang dicintai dalam satu waktu, namun tetap sabar.

Berangkatlah Hindun menuju Madinah. Namun kuda yang dikendarainya tidak mau berjalan kearah yang dimaksud. Akhirnya Hindun mengarahkan tali kekangnya kearah kancah Perang Uhud, maka kuda itupun bergerak menuju kesana.

Disanalah Rasulullah SAW menguburkan ketiganya ( Amru ibnul Jamuh, Khallad dan Abdullah ).

Setelah penguburan Rasulullah SAW berkata kepada Hindun,” Wahai Hindun, mereka bertiga nanti di jannah saling berdampingan”. Dengan wajah berseri-seri, Hindun berkata,” Wahai Rasulullah, do’a kanlah saya agar bisa bersama mereka ( dijannah nanti) “.

Kecintaannya kepada tegaknya Islam, menjadikan penawar rasa duka kehilangan orang-orang yang sangat dekat dan sangat dicintainya.

Itulah hakikat Iman, kecintaan kepada Alloh SWT, Rasululullah dan berjihad dijalanNya berada diatas segala-galanya.

Semoga, dengan semakin memahami dan menghayati ketegaran, kesabaran dan kegigihan para shahabiyah. Alloh SWT tumbuh suburkan dalam hati kita benih-benih keimanan yang melahirkan semangat jihad untuk berkorban, baik harta maupun nyawa. Demi tegakNya kalimah Alloh SWT diatas bumi . Bumi yang sejatinya Alloh SWT wariskan kepada hamba-hambaNya yang sholih. Sehingga umat Islam tidak akan dilecehkan dibelahan bumi manapun. Allahu Akbar.

( Sumber : Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW )